Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2014

Maafin Bunda, Sayang..

Maafin Bunda, Sayang...
Masih belum bisa menjadi ibu yang baik buat kalian
Masih sedikit sekali sabar yang Bunda punya
Masih terucap kesal demi menurutkan nafsu amarah
Masih ada ancaman dan ketakutan yang terlontar

Maafin Bunda, Sayang...
Sedih rasanya melihat kalian mendapat ujian sakit dariNya
Padahal kalian masih bersih dari dosa
Ibarat kertas, kalian masih putih tidak bernoda
Bunda yakin itu peringatan dari Allah 
Ya, peringatan bagi Bunda karena dosa2 Bunda sebagai orang tua kalian
Tidak ada ujian melainkan Allah hendak membersihkan dosa hambaNya
Bunda yang berbuat kalian yang merasakannya
Memang tidak akan pernah kita menanggung dosa orang lain
Tapi ini adalah teguran Allah sebagai bentuk kasih sayangNya kepada keluarga kita, Sayang...
Dan Bunda yakin kalian pastinya kuat
Allah tidak pernah membebankan sesuatu yang hambaNya tidak sanggup menanggungnya

Maafin Bunda, Sayang...
Bukan Bunda pelit untuk mengeluarkan selembar uang untuk memeriksakan kalian
Yap, boleh dibilang salah satu bentuk ikhtiar, boleh
Bunda lakukan ini karena Bunda sayang sekali dengan kalian
Ya, Bunda yakin kalian adalah anak2 ayah bunda yang hebat
Kalian berdua anak-anak yang kuat, Sayang...
Bunda tidak ingin racun masuk ke tubuh kalian
Biarlah imunitas kalian terbentuk secara alami
Sekali lagi, Allah tidak menguji hambaNya di luar kesanggupannya
Semangat sembuh ya Sayang...
Syafakumulloh Sayang...

Maafin Bunda, Sayang...
Di saat kalian sakit Bunda tetap menjalankan kewajiban Bunda terhadap Sang Pemberi Kehidupan ini
Bukan Bunda ingin mendzolimi kalian
Sekali lagi Bunda tahu dan yakin kalian adalah anak-anak yang kuat, sholih dan sholihah...
Bunda selalu menitipkan kalian kepada Pemilik kalian, ya Allah 'Azza Wa Jalla
Karena Bunda yakin akan semua janjiNya
Selama kita menolong agama Allah, pasti Allah menolong kita, selalu bersama kita, Sayang...yakinlah!
Bismillah...inshaaAllah Bunda akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian dengan pertolongan dan seizinNya

Maafin Bunda, Sayang...
Jika suatu saat Bunda tidak selalu bisa membersamai kalian
Jika suatu saat Bunda tidak bisa menjadi contoh yang baik buat kalian
Tapi yakinlah, ada Allah yang selalu mengawasi dan menjaga kalian
Ada Al Qur'an sebagai kamus dan rumus untuk kehidupan kalian di dunia
Jadikan Al Qur'an dzikir untuk hati, lisan, penglihatan, pendengaran serta akhlak kalian
Semoga kalian termasuk di antara salah satu para penjaga firmanNya
Selalu berpegang teguhlah pada Al Qur'an dan SunahNya, 
dan jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu, pasti kalian selamat di kehidupan ini
Jagalah Allah, maka Allah senantiasa bersamamu, Sayang..

Doa Bunda juga Ayah selalu menyertai kalian
Dan doa-doa kita selalu bertemu di 'arsyNya
We love u all, Sayang...
We love u coz of Allah
Semoga kita dipertemukan dan dikumpulkanNya kelak di akhirat dalam surgaNya
Aamiin...


Kebumen, 3 Ramadhan 1435 H/2 Juli 2014














Jumat, 26 Juli 2013

Ramadhan Keduaku with My Little Lovely Family ...S2 Di Depan Mata...bismillah S3!

Kok Ramadhan Kedua?
Ya pemirsah, alhamdulillah ni Ramadhan kedua Bunda bersama my lovely fam, my little family...
Ramadhan kedua bersama Ayah dan juga My sweety hunny...Alun Husna..\m/
Kalau Ramadhan kemarin dapat kado terindah dari Allah yakni lahirnya putri tercinta kami, sementara Ramadhan kali ini, alhamdulillah masih diberikan kesempatan bertemu Ramadhan lagi dalam moment yang berbeda:)
Ramadhan kali ini alhamdulillah bunda bisa ikut shoum ni, n masih tetap semangat busui, hehehe..
Dan subhanalloh ya, kalau semua karena Alloh, pasti diberikan kemudahan. 
Alloh sangat tahu kebutuhan hambaNya. Allah tahu yang terbaik bagi hambaNya. Dan tidak secuil pun hamba2Nya yang berpuasa untukNya-khusus di Ramadhan yang memang ibadah satu2nya yang dikhususkan untuk Alloh ini-terzholimi. 
Adakah para Bunda yang luar biasa tetap menyusui sang buah hatinya merasakan lapar dahaga sembari tetap menjalankan puasa Ramadhan??? Tentunya tidak kalau semua dijalankan hanya karenaNya. Na'udzubillahi min dzalik, semoga kita bukan termasuk golongan yang keluar Ramadhan hanya mendapatkan haus dahaga saja. 
Dan jangan khawatir klo baby kita kekurangan. Allah Maha Tahu kok...Allah Maha Adil...dan itu semua tidak bisa dirumus dan dipikir secara logika. Yang ada "kun fayakun" bagi Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. 
Secara...dan emang dah terbukti menyusui itu supply=demand. Ketika mulut mungil malaikat kecil kita nempel aja, neuron2 di otak kita langsung memerintahkan tubuh kita mengeluarkan ASI. Don't worry Moms...Laa Tahzan, innalloha ma'ana;) dan Allah sesuaiersangkaaan hambaNya. So, always khusnudzon:)

Review dikt niy....
Seperti kita ketahui dalam kamus terbaik kita, Al Qur'an pun sudah tersirat. Lagi2 subhanalloh ya...ketika sari pati tanah yang diamanahkan kepada makhlukNya bertemu, secara otomatis darah yang ada di kaum hawa yang biasanya berguguran karena belum dibuahi pun berubah menjadi makanan untuk sang janin melalu plasentanya. Dan ketika akhirnya janin itu keluar menjadi sosok mungil, darah itu pun berubah menjadi ASI yang memang sudah diperintahkan langsung oleh Sang Kreator terbaik, Allah Azza wa Jalla menjadi makanan untuk sang bayi. Dan bagi Bunda2 pun disarankan agar menggenapkan memberikan ASI kepada buah hatinya sampai kelak berumur 2 tahun.  Dan penelitian N keilmuan kekinian pun mengikuti akhirnya, betapa ajaibnya hikmah dibalik anjuran menyusui hingga genap 2 tahun yang langsung difirmankanNya, subhanalloh....

Ups! Kembali ke laptop yach...
Ramadhan benar2 terceriakan bersama buah hati ya? Sungguh seni tersendiri ketika menjalankan puasa Ramadhan dengan aktifitas di bulan obral pahala ini. 
Sahur, berbuka ditemani si kecil, that's unforgotable moments...so amazing moment^_^
S1 sudah lulus...alhamdulillah
S2 tinggal itungan hari ni...
Dan semoga lanjut S3....\o/
Amin.... Bismillah....!!!! Semangat Bunda, ganbatte! Hamasah! Pasti bisa!^_~

Dan semua makin berpahala aja....semua tertempa di Sahruttarbiyah ini. Dan semoga semua Bunda dengan keikhlasan n kesabarannya keluar dengan predikat muttaqien semua ya...^_*
Pun gelarnya berlaku Juga buat para suami, ayah2 yang luar biasa yang dengan ikhtiar,doa n ridhanya itu membawa keluarga kecilnya terlindungi dari api neraka menuju bangunan istana di surgaNya kelak di akhirat sana. Amin






Kamis, 11 Juli 2013

Menyusui Ketika Puasa

Memasuki bulan Ramadhan, sering timbul pertanyaan dari para ibu menyusui.  ”Bolehkah saya puasa saat menyusui?”, ”Apakah ASI saya akan berkurang saat puasa?”, ”Apa yang harus saya konsumsi saat sahur dan berbuka agar ASI saya tetap banyak?”Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita ingat kembali cara kerja tubuh kita dalam memproduksi ASI.

Saat bayi menyusu, syaraf-syaraf di permukaan payudara memberi rangsangan sensoris ke Hipotalamus (kelenjar pada Otak) untuk memproduksi hormon Prolaktin dan hormon Oksitosin. Dalam payudara, hormon Prolaktin memberi perintah agar sel-sel dalam payudara memproduksi ASI. Sementara hormon Oksitosin menyebabkan otot-otot payudara berkontraksi, dan memompa ASI keluar dari puting.

Banyaknya ASI yang diproduksi dan dikeluarkan dari payudara, sesungguhnya diatur oleh isapan bayi. Makin sering bayi mengisap, makin sering ASI dikeluarkan dan diproduksi di payudara. Inilah yang dinamakan supply and demand.

Namun tidak dapat dipungkiri, saat puasa, cairan tubuh kita berkurang hingga 2-3 %. Pada keadaan normal, ada mekanisme ”rasa haus” yang mencegah kita dari kekurangan cairan. Namun, disaat puasa, secara otomatis otak mengatur agar pengeluaran cairan tubuh melalui air seni dan keringat dihemat.

Tentu timbul pertanyaan, ”Apakah penghematan tetap berlaku saat menyusui sambil berpuasa? Bagaimana dengan kandungan ASInya ketika berpuasa makan?”.  Pada saat Ramadhan, kita rata-rata berpuasa 14 jam. Tubuh kita masih dapat mengkompensasi kekurangannya selama 14 jam tersebut, pada saat berbuka. Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa, bila dirasa memberatkan bagi dirinya untuk tetap beraktifitas dengan normal, maupun bila tampak perubahan perilaku bayinya dengan menyusu lebih sering. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASInya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan  mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Berarti, bila ibu menyusui makan dalam porsi sedikit lebih banyak dari porsi normalnya, dapat dipastikan bahwa cadangan zat gizi ibu tidak akan berkurang. Tidak perlu sampai menambah satu kali porsi makan ekstra tiap hari.

Jadi, bila ibu tetap memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

  • Makanlah saat sahur dan berbuka dalam porsi secukupnya, pastikan ibu mengkonsumsi cairan yang cukup, walau tidak perlu berlebih, karena bila berlebihan, toh tubuh kita akan membuang kelebihan tersebut.
  • Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.
  • Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu eksklusif, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.
  • Yakinlah selalu, puasa maupun tidak, bahwa ibu telah memberikan yang terbaik bagi si kecil, yaitu semua gizi, zat kekebalan, enzim dan hormon yang diperlukan si kecil untuk tumbuh sehat dan cerdas melalui ASI, serta dasar menjadi anak sholeh-sholehah, karena pada saat bayi menyusu, ia juga belajar mengembangkan naluri, merasakan kasih sayang dan ikatan batin dengan ibunya, suatu hak eksklusif yang tidak akan bisa digantikan!

Penulis:
dr. Dian Nurcahyati, MSc, IBCLC.

Sumber : detikhealth

3 Fase Ramadhan

Bulan ramadhan adalah merupakan bulan istimewa bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh,ramadhan bulan yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan-Nya di banding bulan-bulan lainnya. Bulan dilipatgandakan pahala dan diampuninya dosa-dosa kita.Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberikan kemuliaan kepada tiap sepuluh hari pada bulan ramadhan terutama sepuluh hari terakhir ramadhan.

Sebagian ulama membagi bulan ramadhan dengan tiga bagian,yaitu sepuluh hari pertama ramadhan dinamakan terbukanya pintu Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang menunaikan shaum,Sepuluh hari kedua atau pertengahan dinamakan Magfirah yaitu di Ampuninya-Nya segala dosa-dosa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sepuluh hari terakhir bulan ramadhan dinamakan pembebasan dari api neraka. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,dimana ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu. Diceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Berkhutbah menjelang Ramadan,diantara isi khutbah beliau,

“Siapa saja yang memberi buka kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum maka ALLAH akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk surga. Inilah bulan, yang awalnya adalah Rahmah, Pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan nar (pembebasan dari api neraka). Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadan”

Sepuluh hari pertama di bulan ramadhan adalah awal melelahkan dan tentunya kita berusaha beradaptasi dengan penuh kesabaran maksimal untuk melaksanakan shaum dan mengerjakan amalan-amalan yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.Para ulama memaknai sepuluh hari pertama bulan ramadhan sebagai Rahmat,yaitu terbukanya pintu Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya yang menunaikan shaum.

Dalam khazanah tasawuf Rahmat itu ada dua macam pertama Rahmah Dzaatiyyah, yaitu Rahmat dan Anugerah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada semua mahluk-Nya tanpa terkecuali dan diskriminasi.Kedua Rahmah Khushushiyyah, yaitu Rahmat dan kasih sayang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya diberikan kepada hamba-hamba Pilihan-Nya.Sepuluh hari pertama adalah merupakan keistimewaan karena diturunkannya Rahmat kepada hamba-hamba yang telah ikhlas dan ridha menunaikan shaum ramadhan dengan penuh keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salah satu Rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang shaum dengan Iman dan taqwa yaitu disediakan salah satu pintu masuk ke dalam surga yang tidak dilalui oleh siapapun kecuali para ahli shaum

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda:

“Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda “Sesungguhnya di Surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan; masuk dari pintu tersebut ahli shaum/puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli shaum, lalu diserukan “Manakah para ahli shaum?’, maka berdirilah para ahli shaum dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli shaum, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu surga tersebut segera tertutup, dan tak ada satupun yang diperbolehkan masuk setelah mereka .”(H.R. Bukhari dan Muslim).

Kemuliaan dan keistimewaan bulan ramadhan disamping terkabulnya segala doa dan permohonan hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, juga diampuni-Nya segala dosa-dosa yang telah lalu, sehingga pada sepuluh hari kedua atau pertengahan pada bulan ramadhan, sering dimaknai sebagai Magfirah ‘yaitu “Ampunan” segala dosa-dosa kita yang telah lalu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seyogiyanya kita memanfaatkan momentum ramadhan yang penuh magfirah.dengan memperbanyak memohon segala Ampunan-Nya.

Sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan yang paling utama dinamakan “Itqun Minan Nar” (Pembebasan dari Api Neraka). Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, jika ramadhan memasuki sepuluh hari terakhir, maka beliau semakin memaksimalkan dalam beribadah. Beliau menghidupkan malam harinya untuk bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan Dari `Aisyah Radhiyallahu Anha. Bahwa” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam “Apabila memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Beliau menghidupkan malam dan membangunkan anggota keluarganya dan beliau kencangkan pakaiannya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

“Diriwayatkan Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, (dia berkata), “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (HR. Muslim ).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan selalu beri’tikaf. Demikian juga para sahabat dan isteri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu beri’tikaf, baik di masa Rasulullah masih hidup, maupun sesudah Rasulullah wafat.Karena I’tikaf adalah merupakan penyempurnaan ibadah shaum di bulan ramadhan, terlebih “Itqun Minan Nar” yaitu “Pembebasan dari Api Neraka”.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan Dari `Aisyah Radhiyallahu Anha. Bahwa” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu Beri`tikaf di malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan hingga ajal menjemputnya, kemudian sunnah ini dihidupkan lagi oleh isteri-isteri Rasulullah selepas kematiannya” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Sepuluh hari terakhir malam bulan ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih Allah Subhanahu wa Ta’ala. karena disaat itulah datangnya malam Lailatul Qadar didalamnya sarat dengan keutamaan yang bisa didapatkan pada waktu-waktu tersebut diantaranya yaitu :

a.Malam lailatul qadar yang sangat dinantikan untuk didapatkan oleh orang-orang yang melaksanakan ibadah shaum dengan penuh keimanan dan mengarap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala , karena pada malam tersebut siapa saja yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka nilai ibadahnya sama dengan bernilai ibadah selama seribu bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguh Kami menurunkan Al Quran pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar) tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan, Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar.” (Q.S. Al Qadar : 1-5)

b.Malam lailatul qadar disamping bernilai ibadah seribu bulan, juga ketika mendapatkan saat-saat waktu tersebut disunnahkan untuk memperbanyak doa, karena saat tersebut adalah yang tepat (mustajab),karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan saat-saat yang tepat dan cepat terkabulnya doa kepada hamba-hamba yang memohon segala harapannya kepada Allah Subhanu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menganjurkan kita umatnya berdoa dan memohon segala Ampunan saat malam lailatul qadar.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Diriwayatkan Dari Aisyah Radhiyallahu Anha” Bahwa beliau bertanya “ Wahai Rasullullah , apa pendapatmu jika aku mengetahui bahwa malam ini adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan? Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda: “Ucapkanlah: “ALLAHUMMA INNAKA AFUWWUN TUHIBBUL AFWA FA’FU ‘ANNI” (Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yang meminta maaf, maka Ampunilah Saya.” (H.R. At Tirmidzi (3760),Ibnu Majah (3850),Dari Aisyah Radhiyallahu Anha ‘sanad Shahih).

c. Keutamaan pada saat malam lailatul qadar adalah segala urusan penuh hikmah dan keberkahan yang melimpah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh Hikmah, ‘(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus Rasul-rasul, ‘ Sebagai Rahmat dari Rabb-Mu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.S Ad Dukhaan : 3 – 6)

d. Dalam Sebuah Hadist shahih Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’menganjurkan menunaikan qiyamullail di malam lailatul qadar.

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

“Barangsiapa melakukan shalat malam (qiyamullail),pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

❀.•❤Semoga manfa’at buat kita semua.❤•.❀


Selasa, 09 Juli 2013

Ramadhan 1434 H

Hari pertama Ramadhan di tahun 1434 H serasa ada yang kurang ni. So pasti! Belum bisa melalui ramadhan bareng misua tercinta,hiks! 
Semoga masih diberikan kesempatan ramadhan selanjutnya, ramadhan tahun depan bisa bareng si Ayah, amin! 
Secara, LDL gini....oh Kebumen-Jakarta...Cepatlah hari berlalu menjadi Sabtu-Ahad...^_^ 
Meski jarak memisahkan, semoga kita selalu bertemu melalui doa2 dalam sujud dan doa yang menyemburat tinggi hingga 'arsyNya, bersamaan dengan hembusan nafas diiringi doa2 yang senantiasa beradu dengan detak jantung ini#so sweet...
Semoga ramadhan ni benar2 menjadi sarana tarbiyah diri, menempa diri menjadi muslim qowiyy, mensholihkan diri, memukminkan diri, menjemput Ridha dan berkahNya. Akankah lulus dengan predikat taqwa? Amin, semoga! 
Bismillah....
Laa hawla wa laa quwwata ilaa billah...
Alhamdulillah...Ramadhan ceria ditemani bidadari kecil kami, Alun Husna Pramudhita Ramadhani...serta doa my hubby, si Ayah... #Bighug all
Fastabiq bunda...!
Fastabiq Ayah...!
Yap!Bersemangat menjemput obral pahala yang khusus disediakan selama Ramadhan...
Lulus predikat taqwa!
Amiiin...
Happy fasting^_^