Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2014

Maafin Bunda, Sayang..

Maafin Bunda, Sayang...
Masih belum bisa menjadi ibu yang baik buat kalian
Masih sedikit sekali sabar yang Bunda punya
Masih terucap kesal demi menurutkan nafsu amarah
Masih ada ancaman dan ketakutan yang terlontar

Maafin Bunda, Sayang...
Sedih rasanya melihat kalian mendapat ujian sakit dariNya
Padahal kalian masih bersih dari dosa
Ibarat kertas, kalian masih putih tidak bernoda
Bunda yakin itu peringatan dari Allah 
Ya, peringatan bagi Bunda karena dosa2 Bunda sebagai orang tua kalian
Tidak ada ujian melainkan Allah hendak membersihkan dosa hambaNya
Bunda yang berbuat kalian yang merasakannya
Memang tidak akan pernah kita menanggung dosa orang lain
Tapi ini adalah teguran Allah sebagai bentuk kasih sayangNya kepada keluarga kita, Sayang...
Dan Bunda yakin kalian pastinya kuat
Allah tidak pernah membebankan sesuatu yang hambaNya tidak sanggup menanggungnya

Maafin Bunda, Sayang...
Bukan Bunda pelit untuk mengeluarkan selembar uang untuk memeriksakan kalian
Yap, boleh dibilang salah satu bentuk ikhtiar, boleh
Bunda lakukan ini karena Bunda sayang sekali dengan kalian
Ya, Bunda yakin kalian adalah anak2 ayah bunda yang hebat
Kalian berdua anak-anak yang kuat, Sayang...
Bunda tidak ingin racun masuk ke tubuh kalian
Biarlah imunitas kalian terbentuk secara alami
Sekali lagi, Allah tidak menguji hambaNya di luar kesanggupannya
Semangat sembuh ya Sayang...
Syafakumulloh Sayang...

Maafin Bunda, Sayang...
Di saat kalian sakit Bunda tetap menjalankan kewajiban Bunda terhadap Sang Pemberi Kehidupan ini
Bukan Bunda ingin mendzolimi kalian
Sekali lagi Bunda tahu dan yakin kalian adalah anak-anak yang kuat, sholih dan sholihah...
Bunda selalu menitipkan kalian kepada Pemilik kalian, ya Allah 'Azza Wa Jalla
Karena Bunda yakin akan semua janjiNya
Selama kita menolong agama Allah, pasti Allah menolong kita, selalu bersama kita, Sayang...yakinlah!
Bismillah...inshaaAllah Bunda akan selalu memberikan yang terbaik untuk kalian dengan pertolongan dan seizinNya

Maafin Bunda, Sayang...
Jika suatu saat Bunda tidak selalu bisa membersamai kalian
Jika suatu saat Bunda tidak bisa menjadi contoh yang baik buat kalian
Tapi yakinlah, ada Allah yang selalu mengawasi dan menjaga kalian
Ada Al Qur'an sebagai kamus dan rumus untuk kehidupan kalian di dunia
Jadikan Al Qur'an dzikir untuk hati, lisan, penglihatan, pendengaran serta akhlak kalian
Semoga kalian termasuk di antara salah satu para penjaga firmanNya
Selalu berpegang teguhlah pada Al Qur'an dan SunahNya, 
dan jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu, pasti kalian selamat di kehidupan ini
Jagalah Allah, maka Allah senantiasa bersamamu, Sayang..

Doa Bunda juga Ayah selalu menyertai kalian
Dan doa-doa kita selalu bertemu di 'arsyNya
We love u all, Sayang...
We love u coz of Allah
Semoga kita dipertemukan dan dikumpulkanNya kelak di akhirat dalam surgaNya
Aamiin...


Kebumen, 3 Ramadhan 1435 H/2 Juli 2014














Jumat, 30 Mei 2014

Thank's Allah for Your bounties

Alhamdulillah hingga detik ini masih diberikan kesempatan menghirup udara dan menikmati segala karunia dariMu ya Rabb. Tak terasa usia pun berjalan maju menuju kembaliMu. 
Huhu..kemanfaatan apa yang sudah saya berikan untuk orang-orang tersayang, orang-orang terdekat, sahabat ataupun ummat? Sepertinya belum ada apa2nya ini...padahal waktu terus berjalan. Hiks!
Semoga sisa usia yang ada berkah dan bermanfaat setidaknya untuk keluarga kecil saya. 
Jadi inget slogan dulu "nahnu ansharullahi aamanna billah wasyhad bi ana muslimiin"
Yup setidaknya saya punya ladang dakwah yang bernama keluarga. Dan itulah sebenarnya dakwah pertama dan utama. Mensholihkan, mendidik anak-anak menjadi pribadi sholih n sholihah, generasi Rabbani, generasi Qur'ani, yang bermanfaat untuk ummat. Dan semoga kita juga keturunan kita masuk dalam daftar ummat Rasulullah yang dibanggakannya kelak di akhirat. Aamiin
Alhamdulillah ya Allah...
Telah menjadikan saya berada di tengah2 keluarga sebagai seorang anak bagi kedua orang tua yang pastinya dari mereka saya ada dan belajar banyak tentang kehidupan. Semoga saya bisa membahagiakan n senantiasa menjadi kebanggaan bagi mereka.
Alhamdulillah ya Allah...
Telah mempertemukan saya dengan suami yang subhanalloh...tanpanya tidak mungkin saya seperti sekarang ini. Dan yang ada hanyalah ungkapan syukur kepadaMu karenanya. Sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang ada Semoga saya bisa menjadi membalas semua kebaikan dan ketulusannya dengan menjadi istri sholihah untuk suami hamba yaa Rabb hingga ajal menjemput suami saya pun ridha terhadap saya.
Alhamdulillah ya Allah...
Tidak lama dari pernikahan kami, Engkau amanahkan kepada kami bidadari kecil yang saat ini berumur 22 bulan tapi subhanallah segalanya. I love u, sholihah...Alun Husna Pramudhita Ramadhani. Dan lagi lagi...kado terindah di usiaku kini adalah Kau amanahkan lagi jagoan sholih kepada kami yang saat ini baru berumur 46 hari, Pramudya Pambayu Sugianto. (Teringat dulu pnah terblesit dalam hati pgen juga seperti temen halaqoh di saat usia ini pny 2 anak...Allah Akbar, tnyta dikabulkanNya). Semoga Bunda dan juga Ayah bisa menjaga dengan baik amanah ini dan menjadi orang tua yang baik bagi kalian ya Sayang...jadilah pribadi tangguh, sholih/ah, dan senantiasa memberikan kemanfaatan terhadap sesama hingga kalianlah investasi untuk kami, yang akan menolong Ayah Bunda kelak di akhirat. Aamiin
Love u All just coz of Allah...
Semoga kita dikumpulkan kembali kelak di JannahNya. Aamiin

Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?





Rabu, 30 Oktober 2013

Kata Bunda


Kata bunda

aku boleh jadi seorang diplomat

aku juga boleh jadi seorang ilmuwan

tapi kata bunda satu yang harus diingat

aku harus jadi seorang penghafal Quran

 

kata bunda,

aku boleh keliling dunia

melihat inggris, prancis, amerika, mesir atau Afghanistan

tapi kata bunda, satu yang harus ada di dada

aku harus jadi penghafal Quran

 

kata bunda, aku boleh hebat berbahasa inggris atau belanda

boleh pula hebat berbicara jepang

tapi satu kata bunda aku harus bisa berbahasa arab

karena supaya bisa aku mengerti Quran

 

kata bunda, aku harus menjadi penghafal quran

dan itulah yang akan selalu kuingat sepanjang jiwa ada di badan


Oleh: Haura Nurbani Saefullah (9 tahun