Jumat, 30 Mei 2014

Thank's Allah for Your bounties

Alhamdulillah hingga detik ini masih diberikan kesempatan menghirup udara dan menikmati segala karunia dariMu ya Rabb. Tak terasa usia pun berjalan maju menuju kembaliMu. 
Huhu..kemanfaatan apa yang sudah saya berikan untuk orang-orang tersayang, orang-orang terdekat, sahabat ataupun ummat? Sepertinya belum ada apa2nya ini...padahal waktu terus berjalan. Hiks!
Semoga sisa usia yang ada berkah dan bermanfaat setidaknya untuk keluarga kecil saya. 
Jadi inget slogan dulu "nahnu ansharullahi aamanna billah wasyhad bi ana muslimiin"
Yup setidaknya saya punya ladang dakwah yang bernama keluarga. Dan itulah sebenarnya dakwah pertama dan utama. Mensholihkan, mendidik anak-anak menjadi pribadi sholih n sholihah, generasi Rabbani, generasi Qur'ani, yang bermanfaat untuk ummat. Dan semoga kita juga keturunan kita masuk dalam daftar ummat Rasulullah yang dibanggakannya kelak di akhirat. Aamiin
Alhamdulillah ya Allah...
Telah menjadikan saya berada di tengah2 keluarga sebagai seorang anak bagi kedua orang tua yang pastinya dari mereka saya ada dan belajar banyak tentang kehidupan. Semoga saya bisa membahagiakan n senantiasa menjadi kebanggaan bagi mereka.
Alhamdulillah ya Allah...
Telah mempertemukan saya dengan suami yang subhanalloh...tanpanya tidak mungkin saya seperti sekarang ini. Dan yang ada hanyalah ungkapan syukur kepadaMu karenanya. Sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang ada Semoga saya bisa menjadi membalas semua kebaikan dan ketulusannya dengan menjadi istri sholihah untuk suami hamba yaa Rabb hingga ajal menjemput suami saya pun ridha terhadap saya.
Alhamdulillah ya Allah...
Tidak lama dari pernikahan kami, Engkau amanahkan kepada kami bidadari kecil yang saat ini berumur 22 bulan tapi subhanallah segalanya. I love u, sholihah...Alun Husna Pramudhita Ramadhani. Dan lagi lagi...kado terindah di usiaku kini adalah Kau amanahkan lagi jagoan sholih kepada kami yang saat ini baru berumur 46 hari, Pramudya Pambayu Sugianto. (Teringat dulu pnah terblesit dalam hati pgen juga seperti temen halaqoh di saat usia ini pny 2 anak...Allah Akbar, tnyta dikabulkanNya). Semoga Bunda dan juga Ayah bisa menjaga dengan baik amanah ini dan menjadi orang tua yang baik bagi kalian ya Sayang...jadilah pribadi tangguh, sholih/ah, dan senantiasa memberikan kemanfaatan terhadap sesama hingga kalianlah investasi untuk kami, yang akan menolong Ayah Bunda kelak di akhirat. Aamiin
Love u All just coz of Allah...
Semoga kita dikumpulkan kembali kelak di JannahNya. Aamiin

Maka, nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?





Edisi Muhasabah Bagian 2

yg singkat itu "waktu".
yg menipu itu "dunia".
yg dekat itu "kematian".
yg besar itu "hawa nafsu".
yg berat itu "amanah".
yg sulit itu "ikhlas".
yg mudah itu "berbuat dosa".
yg susah itu "sabar".
yg sering lupa itu "bersyukur".
yg membakar amal itu "mengumpat".
yg mendorong ke neraka itu "lidah"
yg berharga itu "iman".
yg mententeramkan hati itu "teman sejati".
yg ditunggu ALLAH SWT itu "TAUBAT".
(Imam Al Ghazali)

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir, sekejab mata
Jangan terpesona, jangan terpedaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya
Barang siapa, Allah tujuannya…
Niscaya Dia akan melayaninya
Namun siapa, dunia tujuannya…
Niscaya kan letih dan pasti sengsara
Di perbudak dunia sampai akhir
masa
Allah melihat…Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada yang luput satupun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Wahai sahabat cepatlah tobat
Karena azal kian mendekat
Takutlah siksa yang menghancurkan
Azab zahannam sepanjang zaman
Ingatlah maut pasti kan menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tak dapat ditolak, tak dapat di
cegah
Bila waktu hidup berakhir sudah
Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta, pangkat dan
jabatan
Tinggallah raga dan penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan.

(AaGym)


Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(An-Nazi’at: 46)

"Apakah manusia mengira, bahwa ia akandibiarkan begitu saja (tanpa dipertanggungjawabkan)? Bukankah dia dahulu setitis mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang yang mati "(Surat Al Qiyamah, ayat 36-40)

Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (Al-Mu’minun: 112-113)

"Siapakah orang mukmin yang paling cerdik? Sabda Rasulullah : (orang yang paling cerdik) ialah orang yang banyak mengingat mati" (Riwayat Ibnu Majah)

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang yang sekadar lewat.”
(HR. Bukhari)
-----------------------------------
 

Mengingatkan lagi materi wajib muhasabah tiap kali mabit dulu:)
Subhanalloh...dalam ayat-ayat al qur'an berulang kali disebutkan (#beberapa di atas) pun dalam hadits banyak diriwayatkan tentang hakikat hidup di dunia yang barang sebentar ini.
Kalau menengok ke MASA LALU yang merupakan suatu hal yang PALING JAUH sungguh meruginya saya. Andaikan waktu bisa diputar ingin diri ini selalu berjalan dalam fitrahNya sebagai hamba yang hanif...yang ada teringat akan dosa yang bagaikan pasir di pantaiyang tak terhitung jumlahnya...astaghfirullahal 'adziim...Laa ilaaha ilaa anta subhanaka inna kunta minadhoolimiin..
Yang ada hanya penyesalan., sungguh...
Tapi itulah hidup, hidup terus berjalan dan qt tidak boleh putus asa...Allah jelas2 menyuruh kita demikian. Sebagai muslim qt dilarang berputus asa dari rahmatNya (QS Yusuf:87). Dan saya percaya sebesar apa pun dosa kita, ada Allah yang Maha Luas AmpunanNya. Rasulullah SAW pun bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan iringilah kejahatan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapus (dosa) kejahatan tersebut.” (HR At-Tirmidzi). 
Dan karena yang PALING DEKAT adalah KEMATIAN...kapan pun kita harus siap menghadapinya. Lalu sudah berapa banyak bekal kita? Yup, carilah ladang kabaikan sebanyak-banyaknya. Bekal yang akan kita bawa ke akhirat, karena hidup seebenarnya, tempat pulang kita adalah negeri akhirat. 

Jangan pernah lelah mencari ridhaNya melalui jalan mana pun wahai para Perindu Surga. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adl manusia & batu; penjaganya malaikat-malaikat yg kasar, keras, & tak mendurhakai Allah terhadap apa yg diperintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yg diperintahkan. (At Tahrim:6)